Judul : Jejak dan Spirit Hidup Menteri Susi Pudjiastuti
Penulis/pengarang : Winda Ardiana
Penerbit : Grammatical Publishing
Kota terbit : Jakarta
Tahun terbit : 2015
Jumlah Halaman : 153 halaman
Perjalanan Hidup Sang Menteri Perikanan
Susi mempunyai tekad untuk menjadi diri sendiri. Ia tidak tamat SMA dan sejak keluar dari sekolahnya ia mengenal dunia usaha. Usaha pertamanya adalah berjualan baju hingga sadar potensi paling laku adalah ikan. Lalu ia berjualan ikan dengan modal perhiasannya. Penghasilannya semakin hari semakin bertambah dalam bidang apapun. Hanya dalam satu tahun, ia bisa menguasai pasar Pangandaran dan pasar Cilacap.
Ia mulai mamasarkan lobster secara ekspor. Usaha ini bagi Susi menantang karena mencari lobster sangat sulit. Ia mendapatkannya dari nelayan. Ia menjual lobster yang sehat. Susi menjual ke Jakarta sendiri. Ia sadar pasar di Indonesia masih sangat luas. Ia mencari stok lobster dengan keliling Indonesia. Ia terus berusaha untuk maju.
Akhirnya, ia behasil mendirikan pabrik pengolahan ikan untuk diekspor dengan cap PT ASI Pudjiastuti Marine Product dan label Susi Brand. Ia mengolah limbahnya menjadi bakso dan lainnya. Produknya tembus ke Jepang. Susi sangat sukses. Akan tetapi, terjadi tsunami yang mengakibatkan bangkrut selama 2 tahun.
Susi Pudjiastuti seorang pengusaha perikanan dan perusahaan penerbangan yang kini menjadi menteri kelautan dan perikanan pada kabinet kerja adalah keturunan dari tuan tanah di kampungnya. Sejak kecil ia selalu menggantung tinggi cita-citanya. Ia tak peduli orang yang mendengarnya percaya atau tidak.
Untuk memulai bisnis ikannya, susi mencari strategi dengan hanya memilih jenis – jenis ikan tertentu yang memiliki keuntungan yang lebih besar. Salah satu kunci sukses menurut Susi yaitu ulet dan terus belajar. Tidak hanya belajar di sekolah, namun juga belajar dari kehidupan agar lebih matang.
Alasan Susi menjadi menteri karena ingin membagi pengalamannya selama 33 tahun di sektor perikanan dan 10 tahun di sektor penerbangan untuk bisa membantu Indonesia menjadi lebih baik. Gebrakan pertama yang dilakukan di kementeriannya adalah mengubah tradisi jam kerja pegawai negeri sipil lebih awal dan pulang lebih sore.
Kelebihan dari buku ini adalah bahasa yang digunakan mudah dipahami dan cover yang menarik. Meskipun demikian, buku ini juga memiliki kelemahan yaitu ceritanya berbelit-belit.
Buku ini layak dibaca semua orang karena terdapat banyak motivasi dan pelajaran yang dapat diambil. Perjuangan dan semangat hidup Susi Pudjiastuti yang diceritakan juga akan membuat pembaca terdorong untuk meningkatkan kualitas hidup dengan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Komentar
Posting Komentar