Judul buku : Bangkrut di Padang Mahsyar
Penulis/pengarang : H. Muhammad Yusuf bin Abdurrahman
Penerbit : DIVA Press
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2013
Jumlah halaman : 174 halaman
Buku Bangkrut di Padang Mahsyar ini dikarang oleh H. Muhammad Yusuf bin Abdurrahman dan merupakan cetakan yang pertama. Buku yang terbit di Kota Yogyakarta tersebut memiliki 174 halaman, dan terbit pada tahun 2013. Buku ini diterbitkan oleh DIVA Press. Buku Bangkrut di Padang Mahsyar ini mengulas tentang beberapa hal dan kejadian yang ada di padang mahsyar serta orang-orang yang merugi tatkala berada di padang mahsyar dan beberapa penyebabnya.
Padang Mahsyar adalah fase / babak kehidupan manusia usai hidup di dunia, alam kubur, dan terjadinya hari kiamat. Menurut Al-Quran, apabila sangkakala ditiup untuk kali kedua, maka ruh manusia akan dikembalikan pada jasadnya. Manusia akan hidup seperti semula dan keluar dari kubur masing-masing menuju ke permukaan bumi. Saat itu, permukaan bumitidak lagi seperti yang kita lihat hari ini, tetapi merupakan padang pasir bewarna putih yang sangat luas. Itulah pemandangan yang bisa digunakan untuk menggambarkan suasana di Padang Mahsyar.
Peristiwa mengerikan di akhirat ini akan terjadi setelah tiba hari kiamat, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Tetapi kita diberitahu tanda-tanda jika akan terjadi kiamat. Tanda-tanda tersebut banyak dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits, dan beberapa sudah terjadi di zaman sekarang. Di tempat itu bentuk atau wujud manusia berbeda-beda, tergantung dari amal perbuatannya ketika hidup di dunia. Jika amal sholehnya lebih banyak daripada amal buruknya, maka bentuk atau wujudnya sangat sempurna dan mulia. Sebaliknya, jika amal buruknya lebih banyak daripada amal sholehnya, maka bentuk atau wujudnya sangat tidak sempurna.
Orang yang bangkrut di Padang Mahsyar berarti akan mengalami kerugian di akhirat. Mereka memiliki amal sholeh yang banyak, tetapi juga memiliki dosa yang banyak. Sehingga amal sholeh mereka akan habis untuk membayar dosa tersebut. Saat amal sholeh sudah habis, maka dosa-dosa akan menumpuk , akhirnya mereka akan dilempar ke neraka. Kebanyakan dosa yang dilakukan oleh manusia yang menyebabkan mereka merugi di akhirat adalah amal yang sudah mereka kira benar, padahal amal itu masih menyakiti atau menyangkut orang lain yang tanpa kita ketahui dan kita belum sempat meminta maaf dan bertaubat kepada Allah atas apa yang telah kita lakukan. Sehingga dosa yang ada tanpa kita sadari tersebut terbawa sampai di akhirat.
Beberapa dosa yang sering kali kita perbuat tanpa kita sadari adalah mencela, mengolok-olok, dan menghina orang lain, memfitnah, menganiaya, mengghibah, mengghasab harta, membunuh, marah tanpa alasan yang dibenarkan, mengadu domba, melalaikan hutang. Semua itu dilakukan kepada orang lain atau milik orang lain.
Buku Bangkrut di Padang Mahsyar ini memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya ialah gambar sampul yang menarik, ringan dan mudah dibawa, kertas sampul yang tebal dan licin, serta tulisannya yang dapat dibaca dengan baik. Di samping memiliki kelebihan, buku ini juga memiliki kekurangan, yaitu terdapat kata-kata sulit dan ada beberapa kalimat yang tidak disertai sumber yang benar.
Buku ini sangat cocok bagi seorang muslim atau muslimah yang ingin mengenal tempat yang pasti akan kita singgahi, yaitu padang mahsyar. Selain itu juga dapat untuk intropeksi terhadap diri sendiri tentang amal sholeh apa yang sudah kerjakan dan dosa apa yang kita punya sehingga menjadikan kita sebagai hamba yang lebih takwa dan siap menghadapi datangnya hari akhir.
Penulis/pengarang : H. Muhammad Yusuf bin Abdurrahman
Penerbit : DIVA Press
Kota terbit : Yogyakarta
Tahun terbit : 2013
Jumlah halaman : 174 halaman
Merugi di Hari Akhir
Padang Mahsyar adalah fase / babak kehidupan manusia usai hidup di dunia, alam kubur, dan terjadinya hari kiamat. Menurut Al-Quran, apabila sangkakala ditiup untuk kali kedua, maka ruh manusia akan dikembalikan pada jasadnya. Manusia akan hidup seperti semula dan keluar dari kubur masing-masing menuju ke permukaan bumi. Saat itu, permukaan bumitidak lagi seperti yang kita lihat hari ini, tetapi merupakan padang pasir bewarna putih yang sangat luas. Itulah pemandangan yang bisa digunakan untuk menggambarkan suasana di Padang Mahsyar.
Peristiwa mengerikan di akhirat ini akan terjadi setelah tiba hari kiamat, hanya Allah saja yang mengetahuinya. Tetapi kita diberitahu tanda-tanda jika akan terjadi kiamat. Tanda-tanda tersebut banyak dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits, dan beberapa sudah terjadi di zaman sekarang. Di tempat itu bentuk atau wujud manusia berbeda-beda, tergantung dari amal perbuatannya ketika hidup di dunia. Jika amal sholehnya lebih banyak daripada amal buruknya, maka bentuk atau wujudnya sangat sempurna dan mulia. Sebaliknya, jika amal buruknya lebih banyak daripada amal sholehnya, maka bentuk atau wujudnya sangat tidak sempurna.
Orang yang bangkrut di Padang Mahsyar berarti akan mengalami kerugian di akhirat. Mereka memiliki amal sholeh yang banyak, tetapi juga memiliki dosa yang banyak. Sehingga amal sholeh mereka akan habis untuk membayar dosa tersebut. Saat amal sholeh sudah habis, maka dosa-dosa akan menumpuk , akhirnya mereka akan dilempar ke neraka. Kebanyakan dosa yang dilakukan oleh manusia yang menyebabkan mereka merugi di akhirat adalah amal yang sudah mereka kira benar, padahal amal itu masih menyakiti atau menyangkut orang lain yang tanpa kita ketahui dan kita belum sempat meminta maaf dan bertaubat kepada Allah atas apa yang telah kita lakukan. Sehingga dosa yang ada tanpa kita sadari tersebut terbawa sampai di akhirat.
Beberapa dosa yang sering kali kita perbuat tanpa kita sadari adalah mencela, mengolok-olok, dan menghina orang lain, memfitnah, menganiaya, mengghibah, mengghasab harta, membunuh, marah tanpa alasan yang dibenarkan, mengadu domba, melalaikan hutang. Semua itu dilakukan kepada orang lain atau milik orang lain.
Buku Bangkrut di Padang Mahsyar ini memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya ialah gambar sampul yang menarik, ringan dan mudah dibawa, kertas sampul yang tebal dan licin, serta tulisannya yang dapat dibaca dengan baik. Di samping memiliki kelebihan, buku ini juga memiliki kekurangan, yaitu terdapat kata-kata sulit dan ada beberapa kalimat yang tidak disertai sumber yang benar.
Buku ini sangat cocok bagi seorang muslim atau muslimah yang ingin mengenal tempat yang pasti akan kita singgahi, yaitu padang mahsyar. Selain itu juga dapat untuk intropeksi terhadap diri sendiri tentang amal sholeh apa yang sudah kerjakan dan dosa apa yang kita punya sehingga menjadikan kita sebagai hamba yang lebih takwa dan siap menghadapi datangnya hari akhir.

Komentar
Posting Komentar